<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Saliman</title>
	<atom:link href="http://saliman.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://saliman.blogdetik.com</link>
	<description>Just another Blogdetik.com weblog</description>
	<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 04:34:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pembangunan di sepanjang garis Pantai Losari</title>
		<link>http://saliman.blogdetik.com/2011/07/18/pembangunan-di-sepanjang-garis-pantai-losari/</link>
		<comments>http://saliman.blogdetik.com/2011/07/18/pembangunan-di-sepanjang-garis-pantai-losari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 04:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Pembangunan di sepanjang garis Pantai Losari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saliman.blogdetik.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan di sepanjang garis Pantai Losari saat ini semakin marak. Pembangunan itu tidak hanya dilakukan oleh pengusaha hotel dan restoran, melainkan juga oleh perusahaan pengembang perumahan. Itu antara lain terjadi di kawasan Tanjung Bunga. Mengantisipasi dampak buruk oleh aktivitas pengkaplingan lahan di tepi pantai itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar diminta segera melakukan tindakan tegas. Apabila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://saliman.blogdetik.com/2011/07/18/pembangunan-di-sepanjang-garis-pantai-losari/">Pembangunan di sepanjang garis Pantai Losari</a> saat ini semakin marak. Pembangunan itu tidak hanya dilakukan oleh pengusaha hotel dan restoran, melainkan juga oleh perusahaan pengembang perumahan. Itu antara lain terjadi di kawasan Tanjung Bunga. Mengantisipasi dampak buruk oleh aktivitas pengkaplingan lahan di tepi pantai itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar diminta segera melakukan tindakan tegas. Apabila aktivitas itu tidak dicegah, maka diyakini akan merusak upaya pelestarian pantai.</p>
<p>Ahli geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Nadjamuddin Nawawi, mengatakan besarnya intensitas pembangunan di sepanjang garis Pantai Losari, seperti pembangunan kawasan Losari; Center Point of Indonesia (CPI), hingga pembangunan hotel dan fasilitas bisnis lainnya, dapat mengakibatkan degradasi lingkungan. Menurutnya, sudah harus ada kajian untuk melakukan pembatasan bangunan di tepi pantai. “Pemkot harusnya bisa bertindak lebih tegas terhadap aktivitas pembangunan, khususnya untuk pembangunan pondasi perumahan di garis Pantai Losari.<br />
<span id="more-16"></span></p>
<p>Kalau pembangunan kawasan Losari dan CPI itu sudah telanjur.Lagi pula,sebagai fasilitas umum,itu juga dapat dimengerti,” jelasnya,kemarin. Pantauan SINDO, khususnya di kawasan Tanjung Bunga Makassar, ada warga yang mengkapling lahan di tepi pantai ,bahkan ada yang sudah mulai membangun fondasi rumah secara permanen.</p>
<p>Anggota Komisi C DPRD Makassar Amar Busthanul mengatakan, khusus pembangunan perumahan, pembangunan pondasi rumah hingga aktivitas pengkaplingan tanah di tepi pantai oleh oknum warga,perlu perhatian khusus dari pemkot. Menurutnya, rumah-rumah tepi pantai juga harus mengantongi analisis dampak lingkungan (amdal).Amdal itu terkait dengan posisi bangunan yang tidak merusak lingkungan laut.</p>
<p>Menurut dia, izin mendirikan bangunan (IMB) di kawasan pantai juga harus diperketat. Pemkot diminta tidak hanya sekadar mengejar pendapatan daerah. Demikian juga pemerintah kelurahan dan kecamatan di wilayah pantai. “Yang perlu diperhatikan adalah kepedulian pemerintah terhadap lingkungan. Jangan sampai justru nanti pemerintah harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk reklamasi ulang kawasan pantai,” ujar Amar. Demikian catatan online <a href="http://saliman.blogdetik.com/">Saliman</a> yang berjudul Pembangunan di sepanjang garis Pantai Losari.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saliman.blogdetik.com/2011/07/18/pembangunan-di-sepanjang-garis-pantai-losari/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa</title>
		<link>http://saliman.blogdetik.com/2011/03/06/menteri-luar-negeri-indonesia-marty-natalegawa/</link>
		<comments>http://saliman.blogdetik.com/2011/03/06/menteri-luar-negeri-indonesia-marty-natalegawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 14:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saliman.blogdetik.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa menilai, bergabungnya Timor Leste ke Indonesia merupakan salah satu prioritas Indonesia dalam memegang keketuaan ASEAN saat ini.
Saat ditanya apakah masuknya Timor Leste merupakan program Indonesia, Menlu menjawab, &#8220;Ini adalah salah satu prioritas kita. Tapi apakah ini bisa selesai tahun ini atau tidak, kita lihat saja nanti. Paling tidak usulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa" href="http://saliman.blogdetik.com/2011/03/06/menteri-luar-negeri-indonesia-marty-natalegawa/" target="_blank">Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa</a> menilai, bergabungnya Timor Leste ke Indonesia merupakan salah satu prioritas Indonesia dalam memegang keketuaan ASEAN saat ini.</p>
<p>Saat ditanya apakah masuknya Timor Leste merupakan program Indonesia, Menlu menjawab, &#8220;Ini adalah salah satu prioritas kita. Tapi apakah ini bisa selesai tahun ini atau tidak, kita lihat saja nanti. Paling tidak usulan ini telah kita gulirkan.&#8221;<br />
<span id="more-15"></span><br />
Berbicara di kantor Presiden hari ini, Menlu mengatakan Timor Leste harus mempersiapkan road map untuk menuju keanggotaan ASEAN.<br />
&#8220;Karena ASEAN mengarah ke ASEAN Community pada 2015, bergabungnya Timor Leste akan menimbulkan tantangan tersendiri. Hal ini yang kita coba jembatani,&#8221; ucap Menlu Natalegawa.</p>
<p>Menlu pun menyatakan belum ada negara anggota ASEAN yang merasa keberatan dengan rencana Timor Leste hingga kini. Dirinya pun selalu optimistis kalo Timor Leste dapat masuk menjadi anggota ASEAN yang baru. Demikian catatan online <a title="Saliman" href="http://saliman.blogdetik.com/" target="_self">Saliman</a> tentang Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saliman.blogdetik.com/2011/03/06/menteri-luar-negeri-indonesia-marty-natalegawa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Kuningan</title>
		<link>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/kabupaten-kuningan/</link>
		<comments>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/kabupaten-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 04:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saliman.blogdetik.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[DPRD Kabupaten Kuningan menilai pengelolaan sampah sangat buruk.Terbukti, sampah semakin menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru Kecamatan Jalaksana.

Ketua Komisi C Rana Suparman mengungkapkan, telah terjadi kesalahan dalam kampanye sampah. Teknis pengelolaan sampah yang kurang tepat sejak awal,dituding sebagai salah satu penyebab yang membuat penumpukan sampah nyaris tak terkendali. Pihaknya telah mengamati upaya pengelolaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DPRD <a title="Kabupaten Kuningan" href="http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/kabupaten-kuningan/" target="_self">Kabupaten Kuningan</a> menilai pengelolaan sampah sangat buruk.Terbukti, sampah semakin menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru Kecamatan Jalaksana.<br />
<span id="more-14"></span><br />
Ketua Komisi C Rana Suparman mengungkapkan, telah terjadi kesalahan dalam kampanye sampah. Teknis pengelolaan sampah yang kurang tepat sejak awal,dituding sebagai salah satu penyebab yang membuat penumpukan sampah nyaris tak terkendali. Pihaknya telah mengamati upaya pengelolaan sampah di daerah lain di luar Kabupaten Kuningan.“Di daerah lain,pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dengan dukungan teknologi. Sementara di Kuningan, sampah-sampah tersebut dikubur melalui pengurukan tanah secara berlapis.</p>
<p>Teknologinya pun masih sangat sederhana. Uniknya, peran pemulung saat ini cukup besar dalam mengurangi sampah. Tapi kan tidak mungkin mesti ada gerakan mulung bagi masyarakat Kuningan. Harus ada perhatian lebih serius,”desaknya. Ia menegaskan, pengurukan sampah tidaklah cukup berperan. Belum lagi saat ini volume tanah mulai berkurang sehingga harus mengambil tanah dari luar lokasi TPSA. Menurutnya, dibutuhkan anggaran yang sangat besar untuk menangani sampah.</p>
<p>Volume anggaran yang besar ini setidaknya dapat dialokasikan untuk pengadaan alat berat yang lebih canggih. “Kami meminta Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) untuk segera melakukan penanganan.Salah satunya barangkali dengan melokalisir rumah-rumah kompos.Saat ini,ada lima titik rumah kompos. Sayang, lokasinya justru jauh dari TPSA.BPLHD harus mendekatkan rumah-rumah kompos tersebut untuk memudahkan pengelolaan sampah,”paparnya lagi.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, TPSA Ciniru saat ini nyaris tak mampu lagi menampung sampah yang dihasilkan masyarakat. Dari luas 3,31 ha, hanya 5% lahan saja yang tersisa untuk menampung sampah baru yang berdatangan tanpa henti.Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPSA Dedi Rusyadi menyebutkan, volume sampah di TPSA Ciniru mencapai 150 m3/hari. Namun begitu, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Atik Suherman menilai TPSA Ciniru masih layak sebagai lokasi pembuangan sampah hingga tiga tahun ke depan. Demikian catatan online <a title="Saliman" href="http://saliman.blogdetik.com/" target="_self">Saliman</a> tentang Kabupaten Kuningan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/kabupaten-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Proses konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Air</title>
		<link>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/proses-konstruksi-pembangkit-listrik-tenaga-air/</link>
		<comments>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/proses-konstruksi-pembangkit-listrik-tenaga-air/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 04:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saliman.blogdetik.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Proses konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan yang melibatkan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Cianjur terancam molor. PT PLN masih menunggu surat keputusan (SK) lokasi dari Pemprov Jawa Barat, terkait penetapan lokasi pembangunan PLTA. ”Kami belum dapat kepastian kapan surat tersebut akan diterbitkan,” ujar General Manager PT PLN Indra Pribadi seusai sosialisasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Proses konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Air" href="http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/proses-konstruksi-pembangkit-listrik-tenaga-air/" target="_self">Proses konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Air</a> (PLTA) Upper Cisokan yang melibatkan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Cianjur terancam molor. PT PLN masih menunggu surat keputusan (SK) lokasi dari Pemprov Jawa Barat, terkait penetapan lokasi pembangunan PLTA. ”Kami belum dapat kepastian kapan surat tersebut akan diterbitkan,” ujar General Manager PT PLN Indra Pribadi seusai sosialisasi pembangunan PLTA Upper Cisokan di Hotel Horizon,Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung,kemarin. Padahal, seharusnya surat tersebut telah dikantongi PT PLN sebelum tim peneliti dari Bank Dunia meninjau lokasi awal Maret nanti.<br />
<span id="more-13"></span><br />
Idealnya, surat itu disertakan bersama persyaratan lain sebagai ketentuan pencairan pinjaman dana dari Bank Dunia senilai USD638 juta untuk pembangunan PLTA di kawasan tersebut. PT PLN telah mengajukan permohonan surat keputusan lokasi sejak 2009 lalu, setelah surat izin prinsip dikeluarkan Gubernur Jabar. Saat ditanya alasan pemprov belum mengeluarkan SK tersebut, PT PLN mengaku tidak mengetahui.” Yang jelas, semua persyaratan telah kami penuhi,”ucapnya.</p>
<p>Diketahui,proses pembelian lahan, ganti rugi, dan pembangunan jalan PLTA Upper Cisokan semestinya dimulai pada September 2010. Proses tersebut urung dilaksanakan karena PT PLN belum mengantongi SK lokasi dari Pemprov Jabar. Rencananya, proses konstruksi berlangsung 3,5–4 tahun sehingga PLTA Upper Cisokan bisa menyuplai listrik pada 2015 mendatang. ”Mungkin pembangunan bisa molor satu tahun dari rencana awal,”kata Indra.</p>
<p>Jika itu terjadi,proyek tersebut diperkirakan akan menanggung kerugian cukup signifikan mencapai Rp2,5 triliun atau setara Rp8 miliar per hari. Dengan demikian, PLTA yang akan menanggung kebutuhan listrik Jawa dan Bali tersebut baru terealisasi pada 2016. Soal persetujuan warga atas pembangunan PLTA,dia mengaku 92% warga dari 2.201 kepala keluarga (KK) di daerah tersebut menyatakan siap menerima ganti rugi atau relokasi.</p>
<p>Warga tersebut berada di Kecamatan Rongga dan Cipongkor, KBB; serta warga Kecamatan Bojong Picung,Haurwangi, Cibeber,dan Cempaka,Kabupaten Cianjur. ”Persetujuan warga, konsep, dan pembiayaan dari Bank Dunia sudah tidak ada masalah.Kami tinggal menunggu keputusan pemerintah saja,”ujar Indra. Pembangunan PLTA Cisokan akan membangun dua buah bendungan.</p>
<p>Satu bendungan di bagian atas (upper dam) seluas 80 hektare dan satu bendungan di bagian bawah (lower dam) seluas 260 hektare. PLTA ini menggunakan sistem pumped storage, yaitu sistem pompa dan mengalirkan air untuk menghasilkan tenaga listrik. ”Ketika memompa,PLTA Cisokan menggunakan tenaga listrik di siang hari yang cenderung melimpah. Malam harinya,PLTA Cisokan akan menjadi penyuplai listrik terbesar di Indonesia,”jelas Manager Engineering Hidro Jawa Netto Mulyanto. Pembangkit tenaga air ini menelan biaya USD765 juta, yang perinciannya USD638 juta dari bantuan Bank Dunia,USD20 juta dari pemerintah, serta USD107 juta dari PT PLN. Demikian catatan online <a title="Saliman" href="http://saliman.blogdetik.com/" target="_self">Saliman</a> tentang Proses konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Air.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/proses-konstruksi-pembangkit-listrik-tenaga-air/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat</title>
		<link>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/dinas-koperasi-dan-umkm-jawa-barat/</link>
		<comments>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/dinas-koperasi-dan-umkm-jawa-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 03:57:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saliman.blogdetik.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat berencana memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada pelaku koperasi dan UMKM, dengan fokus materi pembukuan sederhana atau akuntansi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jabar Wawan Hernawan menjelaskan, pemberian materi akuntansi mengingat minimnya pengetahuan pembukuan KUMKM. Padahal, pengaturan pembukuan menjadi tonggak keberlangsungan usaha.”Pada tahun ini, pelatihan lebih diarahkan pada pembukuan sederhana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat" href="http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/dinas-koperasi-dan-umkm-jawa-barat/" target="_self">Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat</a> berencana memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada pelaku koperasi dan UMKM, dengan fokus materi pembukuan sederhana atau akuntansi.</p>
<p>Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jabar Wawan Hernawan menjelaskan, pemberian materi akuntansi mengingat minimnya pengetahuan pembukuan KUMKM. Padahal, pengaturan pembukuan menjadi tonggak keberlangsungan usaha.”Pada tahun ini, pelatihan lebih diarahkan pada pembukuan sederhana atau akuntansi karena masih banyak KUMKM yang mengabaikan soal pembukuan,” ujar Wawan kemarin.<br />
<span id="more-12"></span><br />
Pada 2011 ini, pihaknya akan melaksanakan 91 kali pelatihan. Pelatihan tersebut tidak semuanya dilakukan Dinas KUMKM Jabar, tetapi melibatkan tiga organisasi yaitu 35 pelatihan oleh Dinas KUMKM Jabar melalui Balai Latihan Tenaga KUMKM Jabar, 30 pelatihan olehOPDkabupaten/kota,6pelatihan oleh ITB untuk pengembangan SDM di Kawasan Industri Bekasi, serta 20 pelatihan kewirausahaan bagi 300 calon wirausaha sarjana. Selain itu,sejumlah pihak juga terlibat pada pelatihan tersebut, seperti Dekopinwil, Kadin, Hipmi, PTN, hingga PTS di Jabar.</p>
<p>Sasaran pelatihan yaitu pengurus koperasi, pengurus UMK, pengurus Kadin, dan dekopinda/wil, dengan jam pelajaran mencapai 45 jam. ”Tahun ini jumlah pelatihan atau angkatan memang lebih sedikit, tapi kita tidak berkecil hati. Saat ini,kami sedang upayakan penambahan 50 angkatan pelatihan untuk OPD, terutama untuk koperasi penerima bantuan penguatan KUMKM 2011,”papar Wawan. Ketua Dekopinwil Jabar Wans Ibrahim menambahkan, 91 pelatihan yang akan dilakukan Dinas KUMKM terbilang kecil. Demikian catatan online <a title="Saliman" href="http://saliman.blogdetik.com/" target="_self">Saliman</a> tentang Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/24/dinas-koperasi-dan-umkm-jawa-barat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anas Urbaningrum</title>
		<link>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/anas-urbaningrum/</link>
		<comments>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/anas-urbaningrum/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 04:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/anas-urbaningrum/</guid>
		<description><![CDATA[Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tidak mempercayai kasus kekerasan yang terjadi di Cikeusik dan Temanggung terjadi spontan. Ia menilai peristiwa itu ada yang menggerakkan atau merencanakan kekerasan.
&#8220;Sangat mungkin ada yang mendorong menggerakkan kekerasan,&#8221; ujar Anas di Jakarta.

Menurutnya intelijen negara harus bekerja menyimpulkan peristiwa ini karena kejadian ini beruntun, dan sebelumnya juga pernah ada peristiwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketua Umum Partai Demokrat <a title="Anas Urbaningrum" href="http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/anas-urbaningrum/" target="_self">Anas Urbaningrum</a> tidak mempercayai kasus kekerasan yang terjadi di Cikeusik dan Temanggung terjadi spontan. Ia menilai peristiwa itu ada yang menggerakkan atau merencanakan kekerasan.</p>
<p>&#8220;Sangat mungkin ada yang mendorong menggerakkan kekerasan,&#8221; ujar Anas di Jakarta.<br />
<span id="more-11"></span><br />
Menurutnya intelijen negara harus bekerja menyimpulkan peristiwa ini karena kejadian ini beruntun, dan sebelumnya juga pernah ada peristiwa lainnya. &#8220;Saya termasuk yang tidak percaya kalau peristiwa itu spontan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menanggapi saran Menteri Agama Suryadarma Ali, terkait 4 opsi yang diberikan kepada Ahmadiyah, Anas mengakui hal itu bukan sesuatu yang mudah untuk mencari keputusan final. Namun ia mencontohkan seperti di Pakistan, status Ahmadiyah diperjelas menjadi agama tersendiri yang berbeda dengan agama Islam, hal itu bisa menjadi pelajaran. Namun jika ditetapkan Ahmadiyah menjadi agama Ahmadiyah, bukan kategori agama Islam berarti berlaku prinsip &#8220;Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tinggal saling menghormati, itu menjadi salah satu alternatif yang perlu diipikirkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Seperti diketahui, Menteri Agama memberikan 4 opsi kepada Ahmadiyah yaitu, pertama, Ahmadiyah menjadi sekte tersendiri dengan menanggalkan atribut agama Islam; kedua, Ahmadiyah bisa kembali menjadi umat Islam yang sesuai dengan tuntunan Alquran; ketiga, Ahmadiyah dibiarkan saja karena ada yang berpandangan hal itu merupakan bagian dari hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi; dan keempat, Ahmadiyah dibubarkan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/anas-urbaningrum/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mayjen Lo Hsien Che</title>
		<link>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/mayjen-lo-hsien-che/</link>
		<comments>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/mayjen-lo-hsien-che/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 19:29:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saliman.blogdetik.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Mayjen Lo Hsien Che (51) ditangkap karena terkait skandal spionase terburuk di Taiwan dalam 50 tahun terakhir. Media massa di Taiwan, Kamis (10/2/2011), memberitakan Mayjen Lo terjerat sebagai mata-mata untuk kepentingan China karena tergoda uang dan seks.
Godaan itu datang dari perempuan agen mata-mata China. Mayjen Lo direkrut saat ditugaskan di Thailand periode 2002-2005. Dia dijebak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Mayjen Lo Hsien Che" href="http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/mayjen-lo-hsien-che/" target="_self">Mayjen Lo Hsien Che</a> (51) ditangkap karena terkait skandal spionase terburuk di Taiwan dalam 50 tahun terakhir. Media massa di Taiwan, Kamis (10/2/2011), memberitakan Mayjen Lo terjerat sebagai mata-mata untuk kepentingan China karena tergoda uang dan seks.</p>
<p>Godaan itu datang dari perempuan agen mata-mata China. Mayjen Lo direkrut saat ditugaskan di Thailand periode 2002-2005. Dia dijebak dengan uang dan seks dengan imbalan harus memberikan informasi penting soal Taiwan.<br />
<span id="more-8"></span><br />
Media massa Taiwan menggambarkan perempuan itu sebagai cantik, langsing, tinggi, dan berpaspor Australia. Perempuan itu menyamar sebagai pekerja di bidang ekspor-impor saat bertemu pertama kali dengan Mayjen Lo, yang sudah beristri.</p>
<p>Mayjen Lo kemudian menyerahkan informasi soal Taiwan sejak 2004 dengan imbalan 200.000 dollar AS (sekitar Rp 1,8 miliar). Sejumlah media di Taiwan menyebutkan Mayjen Lo bahkan sudah mengantongi uang sekitar 1 juta dollar AS (sekitar Rp 9 miliar).</p>
<p>Pada tahun 2005 Mayjen Lo dirotasi kembali ke Taiwan, tetapi tetap bekerja sebagai pemberi informasi kepada China. Dia bahkan tetap menemui perempuan mata-mata itu di Amerika Serikat (AS). Di AS, Mayjen Lo juga menyerahkan informasi rahasia soal Taiwan.</p>
<p>Naik pangkat</p>
<p>Mayjen Lo berhasil mengelabui Pemerintah Taiwan atas kegiatannya itu dan terus berhasil meraup uang. Pada tahun 2008, Lo bahkan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi mayjen. Saat direkrut, Lo belum memiliki pangkat itu.</p>
<p>Dia ditangkap bulan lalu saat menjabat sebagai Kepala Bagian Telekomunikasi dan Informasi Elektronik di Departemen Pertahanan Taiwan, yang enggan berkomentar soal kasus itu.</p>
<p>Para pejabat militer Taiwan mengingatkan posisi Mayjen Lo memungkinkan dia memberikan informasi penting tentang Taiwan kepada China.</p>
<p>Tabloid China, Global Times, mengutip Li Fei, seorang pakar soal Taiwan di Universitas Xiamen, China. ”Kegiatan mata-mata di antara kedua negara tak pernah surut, bahkan berlanjut saat ketegangan kedua negara mereda. Targetnya tidak hanya sektor militer, tetapi juga merambah ke urusan ekonomi dan teknologi,” kata Li Fei.</p>
<p>China selalu menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsinya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/mayjen-lo-hsien-che/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Polisi Malaysia</title>
		<link>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/polisi-malaysia/</link>
		<comments>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/polisi-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 19:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saliman.blogdetik.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Polisi Malaysia tengah menyelidiki raibnya lebih dari 700.000 kondom ultra-tipis yang dikapalkan dari negara itu menuju Jepang, kata kepolisian Malaysia, Selasa.
Sagami Rubber Industries, pembuat kondom pertama Jepang, pekan lalu, mengatakan, kondom-kondom itu dimuat dalam satu peti kemas dari sebuah pabrik di Malaysia utara. Namun saat peti kemas itu dibuka di Tokyo, di dalamnya kosong alias [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Polisi Malaysia " href="http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/polisi-malaysia/" target="_self">Polisi Malaysia</a> tengah menyelidiki raibnya lebih dari 700.000 kondom ultra-tipis yang dikapalkan dari negara itu menuju Jepang, kata kepolisian Malaysia, Selasa.</p>
<p>Sagami Rubber Industries, pembuat kondom pertama Jepang, pekan lalu, mengatakan, kondom-kondom itu dimuat dalam satu peti kemas dari sebuah pabrik di Malaysia utara. Namun saat peti kemas itu dibuka di Tokyo, di dalamnya kosong alias ratusan ribu kondom itu telah hilang. Perusahaan itu mengatakan, gembok-gembok telah diganti saat tiba di Tokyo.<br />
<span id="more-7"></span><br />
&#8220;Kami menangani hilangnya kondom itu dengan serius. Kami sedang menyelidiki kasus tersebut,&#8221; kata seorang juru bicara polisi Malaysia kepada AFP.</p>
<p>Sato Koji, manajer pabrik karet Sagami di negara bagian Perak, Malaysia, mengatakan, mereka telah melaporkan kasus hilangnya kondom-kondom itu ke polisi. &#8220;Kami tidak senang atas insiden tersebut. Ini kasus pertama sejak kami memulai produksi di Malaysia tahun 1997,&#8221; katanya kepada AFP.</p>
<p>Para pegawai di kantor pusat Sagami menyebutkan, kondom-kondom itu, yang 14 persen lebih tipis dari kondom-kondom yang beredar di pasaran, senilai total 1,5 juta dollar AS pada harga eceran di Jepang.</p>
<p>Perusahaan pengirim peti kemas mengatakan, barang kiriman dari Malaysia sering hilang dan banyak kasus dilakukan orang dalam. &#8220;Ada gembok, segel, dan daftar yang disediakan pengirim barang dan perusahaan pengiriman untuk setiap bagian perjalanan dari pabrik hingga tujuan agar mudah mengetahui kapan dan di mana barang dimanipulasi atau diubah,&#8221; kata Kepala Asosiasi Pengiriman Barang Lewat Udara Malyasia Walter Cullas.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/polisi-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berapa kekayaan  Presiden Mesir</title>
		<link>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/berapa-kekayaan-presiden-mesir/</link>
		<comments>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/berapa-kekayaan-presiden-mesir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 19:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saliman.blogdetik.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Berapa kekayaan  Presiden Mesir Hosni Mubarak dan keluarganya? Keluarga Mubarak diyakini memiliki simpanan uang tunai di bank-bank di Inggris dan Swiss, serta properti di Amerika dan Inggris.
Kekayaan keluarga Hosni Mubarak diperkirakan mencapai 70 miliar dollar AS, menurut analis Timur Tengah. Kalau dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, uang itu berjumlah Rp 629,6 triliun. Wow!
Keluarga Mubarak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Berapa kekayaan  Presiden Mesir" href="http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/berapa-kekayaan-presiden-mesir/" target="_self">Berapa kekayaan  Presiden Mesir</a> Hosni Mubarak dan keluarganya? Keluarga Mubarak diyakini memiliki simpanan uang tunai di bank-bank di Inggris dan Swiss, serta properti di Amerika dan Inggris.</p>
<p>Kekayaan keluarga Hosni Mubarak diperkirakan mencapai 70 miliar dollar AS, menurut analis Timur Tengah. Kalau dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, uang itu berjumlah Rp 629,6 triliun. Wow!</p>
<p>Keluarga Mubarak memiliki simpanan uang di bank-bank di Swiss dan Inggris, demikian pula real estat di London, New York, Los Angeles, dan di kawasan mahal di Laut Merah.</p>
<p>Setelah 30 tahun menjabat Presiden Mesir dan pejabat senior militer, Mubarak memiliki akses transaksi investasi yang telah menghasilan keuntungan bernilai ratusan juta poundsterling. Sebagian besar diperoleh dari saham dan deposito dalam rekening bank yang dirahasiakan, atau pun dalam investasi di bidang perumahan dan hotel.</p>
<p>Menurut sebuah laporan suratkabar Arab Al Khabar tahun lalu, Mubarak memiliki berbagai properti di Manhattan dan kawasan eksklusif Rodeo One di Beverly Hills, Amerika Serikat. Kedua putra Mubarak, Gamal dan Alaa, juga miliarder.</p>
<p>Amaney Jamal, profesor ilmu politik di Universitas Princeton mengatakan, kekayaan keluarga Mubarak mencapai 70 miliar dollar AS sebanding dengan kekayaan para pemimpin negara-negara Teluk.</p>
<p>&#8220;Kekayaan pribadi ini dikumpulkan ketika ia menjabat di militer dan sebagai presiden,&#8221; kata Amaney kepada ABC News. &#8220;Terlalu banyak korupsi dalam rezim ini, yang menahan sumber daya masyarakat untuk kepentingan pribadi,&#8221; katanya. &#8220;Ini merupakan pola diktator-diktator di Timur Tengah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Al Khabar melaporkan, hal ini membuat kita paham bagaimana keluarga Mubarak menyimpan kekayaannya di bank UBS Swiss, Bank of Scotland, bagian dari Llyods Banking Group.</p>
<p>Christopher Davidson, profesor politik Timur Tengah di Durham University menyebutkan, Hosni Mubarak, istrinya Suzanne, dan kedua putranya, mampu mengumpulkan kekayaan mereka melalui sejumlah kerja sama kemitraan dengan perusahaan dan investor asing yang menanamkan modalnya di Mesir.</p>
<p>Disebutkan, banyak negara Teluk meminta 51 persen saham dari investor asing untuk mitra bisnis lokal saat akan memulai usaha.  &#8220;Hampir setiap proyek membutuhkan sponsor, dan Mubarak berada di tempat yang pas dalam setiap kesempatan kesepakatan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagian besar simpanan uang Mubarak berada di bank-bank Swiss dan investasi properti di London. Ini memang merupakan tempat favorit bagi para pemimpin Timur Tengah.</p>
<p>Al Khabar menyebutkan sejumlah perusahaan asing barat yang bermitra dengan keluarga Mubarak, rata-rata memiliki keuntungan 15 juta dollar AS per tahun.</p>
<p>Aladdin Elaasar, penulis buku The Last Pharaoh: Mubarak and the Uncertain Future of Egypt in The Obama Age menulis bahwa beberapa rumah pribadi Mubarak merupakan warisan dari kekayaan Presiden sebelumnya dan kerajaan.</p>
<p>Hotel dan tanah di sekitar resor turis Sharm el-Sheikh juga merupakan sumber kekayaan keluarga Mubarak.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saliman.blogdetik.com/2011/02/12/berapa-kekayaan-presiden-mesir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lima perusahaan pertambangan</title>
		<link>http://saliman.blogdetik.com/2011/01/14/lima-perusahaan-pertambangan/</link>
		<comments>http://saliman.blogdetik.com/2011/01/14/lima-perusahaan-pertambangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 02:41:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saliman.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Lima perusahaan pertambangan masuk ke Sulsel dan siap berproduksi tahun ini.Lima perusahaan tersebut tersebar di tiga kabupaten,yakni Kabupaten Bone,Tana Toraja (Tator),dan Luwu.

Data Dinas Pertambangan dan ESDM Sulsel menunjukkan perusahaan pertambangan yang siap operasi tersebut, yaitu PT Anugrah Permata Bumi,PT Sindo Mandiri di Kabupaten Bone,PT Makale Toraja Mining, PT Kutama Mining beroperasi di Tator,dan PT Bua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Lima perusahaan pertambangan" href="http://saliman.blogdetik.com/2011/01/14/lima-perusahaan-pertambangan/" target="_self">Lima perusahaan pertambangan</a> masuk ke Sulsel dan siap berproduksi tahun ini.Lima perusahaan tersebut tersebar di tiga kabupaten,yakni Kabupaten Bone,Tana Toraja (Tator),dan Luwu.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Data Dinas Pertambangan dan ESDM Sulsel menunjukkan perusahaan pertambangan yang siap operasi tersebut, yaitu PT Anugrah Permata Bumi,PT Sindo Mandiri di Kabupaten Bone,PT Makale Toraja Mining, PT Kutama Mining beroperasi di Tator,dan PT Bua di Luwu. Sekretaris Dinas Pertambangan dan ESDM Sulsel Salim Abdulrahman mengatakan, Sulsel akhir-akhir ini menjadi daya tarik bagi perusahaan pertambangan, terutama untuk komoditas,seperti bijih besi dan timah hitam.</p>
<p>Selain itu,di Sulsel,potensi seperti bahan semen juga menjanjikan. “Saat ini kami juga mencoba memperkenalkan potensi semen di Kabupaten Barru kepada para calon investor.Namun, hingga saat ini belum ada yang berminat mengolah potensi tersebut,” ungkapnya kepada SINDOkemarin. Pemprov saat ini mendorong masuknya perusahaan pertambangan baru di Sulsel untuk menciptakan iklim usaha yang lebih baik.Iklim usaha yang sehat akan berjalan baik jika tidak hanya ada satu perusahaan yang mengelola potensi tambang.</p>
<p>“Kami optimistis potensi pertambangan di Sulsel akan cukup diminati investor. Pasalnya, telah ditunjang dengan sarana akses transportasi dan pelabuhan yang cukup baik,”ungkapnya. Disinggung tentang potensi masuknya investor asing, dia menyebutkan hal tersebut masih terkendala Undang-Undang (UU) Pertambangan No 4/2009 yang mengatur posisi tambang mineral logam yang harus melalui proses tender. Dengan begitu, Pemprov tidak bisa terlalu aktif menggalang calon investor.</p>
<p>Dinas Pertambangan juga mengekspos posisi PT Panca Digital Solution yang mengolah nikel di Malili, Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Perusahaan tersebut juga sudah siap mengelola nikel menjadi row material sebelum diekspor ke luar negeri. Kendati demikian,Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) mewanti- wanti Pemprov Sulsel soal komitmen perusahaan-perusahaan yang beroperasi tersebut terhadap pengelolaan lingkungan.</p>
<p>Pasalnya, hasil penelusuran menunjukkan niat penanganan lingkungan pasca eksploitasi tidak berjalan baik. Ahli geologi dari IAGI Sulawesi Nadjamuddin Nawawi menyebutkan, di Sulsel, saat ini sangat banyak menjamur perdagangan tanpa izin (peti), terutama untuk komoditi logam,seperti bijih besi, timah hitam,hingga emas. Demikian catatan online <a title="Saliman" href="http://saliman.blogdetik.com/" target="_self">Saliman</a> tentang Lima perusahaan pertambangan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saliman.blogdetik.com/2011/01/14/lima-perusahaan-pertambangan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.842 seconds -->

